02.03.2010 07:51 WIB - HUTAN | oleh: Marwan Azis
Lahan Kritis di Jawa Tengah Terus Meluas
Ilustrasi : Foto : Satudunia.
Semarang, Berling - Lahan kritis di Jawa Tengah terus bertambah,hingga awal tahun 2010 ini lahan kritis mencapai kurang lebih 630,5 ribu hektar atau 20 persen dari total luas wilayah. Kondisi itu terjadi antara lain karena terjadinya penjarahan hutan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Luas hutan yang ada sekarang tercatat 656.398 hektar yang terus menurun mutu dan luasannya. Dampak buruk akan semakin menjadi besar jika tidak dilakukan upaya perbaikan melalui rehabilitasi dan konservasi lahan,” kata Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Jawa Tengah,drh. Harjuli Hatmono MS i melalui telepon selulernya, Selasa (2/3) kemarin.
Dikatakan, Gerakan Bakti Penghijauan Pemuda (GBPP) dapat mendorong peran aktif pemuda untuk berswadaya menyelamatkan sumber daya hutan dan lingkungan. GBPP sendiri merupakan salah satu metode penyuluhan yang dikembangkan oleh Pusat Pembinaan Penyuluh (Pusbinluh) Departemen Kehutanan RI.
“Rencananya, beberapa desa yang ada di kota dan kabupaten Semarang, akan dijadikan pilot proyek untuk kegiatan ini, terutama desa yang memiliki sumber air melimpah , seperti desa yang ada di desa Plalangan-Gunung Pati, kota Semarang dan beberapa desa yang ada dilereng Gunung Ungaran,” tambahnya.
Sementara itu, ditempat terpisah, Plt Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang, Suparjo, SH mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk menanam sejuta pohon guna mendukung gerakan penghijauan dan rehabilitasi lahan di sejumlah desa yang ada dibumi serasi ini. “Diharapkan setiap orang akan menanam satu pohon sehingga jumlah pohon yang ditanam bisa mencapai sejuta atau lebih karena jumlah penduduk yang ada di kabupaten ini hampir mencapai lebih satu juta jiwa,” ujarnya.
Lebih lanjut Suparjo menambahkan, lahan kritis di Kabupaten Semarang masih cukup tinggi sekitar 13 ribu hektar. Hal itu terjadi karena laju penebangan pohon yang lebih tinggi yakni 1,5 kali dibanding laju penanaman.“Setiap tahun Pemkab menyediakan tidak kurang dari 500 ribu batang pohon guna gerakan penghijauan dan rehabilitasi lahan oleh warga,” katanya lagi.
Rencananya GBPP di Kota dan Kabupaten Semarang akan melibatkan organisasi kepemudaan dan karang taruna serta pelajar dari tingkat dasar hingga menengah. Lokasi penanaman pohon, kata Harjuli, diarahkan di lahan kosong pemukiman, halaman sekol ah, turus jalan, bantaran sungai dan lahan lain yang memungkinkan untuk ditanami.( Arief Djoe Lelana)
Komentar




