28.07.2010 17:21 WIB - LAUT DAN PESISIR | oleh: Redaksi

Pantai Penghasil Emas Dipenuhi Sampah

Bagikan Digg!
lingkungan/berita/PANTAI_SAMPAH_01.JPG Kondisi pantai Kasipute, Foto : Mirwanto/BeritaLingkungan.com

BOMBANA, BERLING-Kondisi pantai di Kasipute, ibu kota kabupaten Penghasil Emas yang terletak di wilayah paling selatan daratan provinsi Sulawesi Tenggara kini sangat memprihatinkan, saat air laut surut, tumpukan sampah terlihat mengotori sepanjang bibir pantai

Seolah tidak ada yang peduli dengan tumpukan sampah yang memenuhi sepanjang bibir
pantai di pusat kota ini. Pemandangan yang tidak sedap dipandang mata tersebut, semakin diperparah dengan terciumnya bau yang menyengat dari tumpukan sampah di bibir pantai ini.

Padahal di atas bibir pantai yang dibatasi dengan tangul-tanggul penahan erosi, terdapat sebuah ruas jalan kota, yang menjadi perlintasan masyarakat sehari-hari dalam beraktifitas.

Kondisi tersebut diperburuk pula dengan jarangnya pohon-pohon pelindung di sepanjang
jalan ini, ditambah lagi dengan kondisi jalan sebagian rusak, membuat pantai kota ini tidak nyaman untuk dilewati.

Di salah satu sisi pantai ini pula, terlihat deretan rumah-rumah penduduk yang cukup padat. Dengan kondisi linkungan pantai yang memprihatinkan ini, akan membuat kondisi kesehatan penduduk setempat terancam dari berbagai penyakit.

“Saya juga heran, sampah disini semakin banyak, pemerintah juga tidak perhatikan masalah sampah disini, jangankan penyediaan tempat pembuangan sampah, papan pengumumuman larangan membuang sampah saja tidak ada, jadi masyarakat disini masa bodoh ” kata Wandi, salah Seorang penduduk kota setempat.

“Pantai kota ini seharusnya tertata rapi dan bersih, karena merupakan pintu gerbang memasuki kota ini dari jalur laut ” Ungkap Wawan, salah Seorang pengujung yang baru tiba di kota ini.

Kasipute, kota yang berhadapan langsung dengan laut ini, memang merupakan pintu gerbang memasuki Kabupaten Bombana melalui jalur laut. Di kota ini,terdapat pelabuhan kapal penumpang , yang penghubung lalu lintas laut dengan pulau-pulau di selatan daratan Provinsi Sulawesi Tenggara ini.

Sejak di temukannya logam mulia atau emas di wilayah ini, Kesipute menjadi tujuan para pemburu emas, dan lalu lintas orang memasuki wilayah inipun semakin ramai. “Sepertinya kilauan emas telah membuat pemerintah dan penduduk kota ini melupakan kondisi lingkungannya, apalagi jelang Pemilukada, mana ada orang yang perhatikan sampah, mereka hanya perhatikan bagaimana meraup suara dan memenangkan Pemilukada” tambah Wawan.

Kondisi lingkungan pantai yang parah ini, tentu juga mengancam kerberadaan ekosistem pantai dan laut di wilayah ini. Jika tidak ada antisipasi pemerintah dan kesadaran dari masyarakat setempat, wilayah produsen logam mulia ini, juga akan menjadi produsen sampah, seiring dengan laju urbanisasi dan meningkatnya kunjungan ke wilayah ini. (Mirwanto Muda)


Komentar