:: Hidupan Liar ::
Mungkin tak banyak orang tahu, kalo Braminy Kite alias elang bondol yang telah menjadi maskot ibukota Jakarta, semakin sukar ditemukan di habitat aslinya. Harganya yang kian mahal, menjadi salah satu daya tarik perburuan satwa langka ini. Kini, di tengah kelangkaannya, haruskah kita menyaksikannya punah, seperti pendahulu-pendahulunya yang lain?
Walau waktu sudah menjelang senja, suasana di Desa Loji, Kabupaten Bogor masih terang. Angin menghembus cukup kencang. Saat memandang hamparan pemukiman antara Gunung Salak dan Gunung Gede, saya melihat seekor elang melayang di udara. Saya tidak tahu pasti jenis elang tersebut. Ukurannya cukup besar dan berwarna hitam. Usai elang itu hilang dari pandangan karena terhalang pepohonan, saya terus berjalan menuju sebuah bangunan kecil di sebuah lembah.
Ketgam : Burung Maleo merupakan salah satwa yang menghuni Suaka Margasatwa Bakiriang Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah yang kini terancam punah, foto : Baungcamp
Palu, BERLING– Burung Maleo yang hidup di Hutan Suaka Margasatwa (SM) Bakiriang, Kabupaten Banggai terancam punah. Karena, hutan tempat burung-burung ini hidup dan berkembang biak telah dirambah dan dialifungsikan menjadi perkebunan sawit.
Ikan Pelangi Papua, Photo : CII
Manokwari, BERLING- Tingginya perubahan habitat alami, pencemaran dan ekspansi ikan eksotis menyebabkan berbagai jenis ikan pelangi (rainbow fish) Papua terancam punah dari habitat aslinya.
Sebagai contoh, jenis ikan asli Danau Sentani, Jayapura, yakni chilatherina sentaniensis dan glossolepis incisus, serta ikan pelangi Arfak atau melanotaenia arfakensis di Manokwari. Chilatherina sentaniensis, bahkan tak ditemukan lagi di Danau Sentani.
Photo : Hery Susanto/COP
Jakarta, BERLING-Centre for Orangutan Protection (COP) menggelar aksi damai menyoroti aktivitas Asia Pulp didi Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi yang dinilai mengancam populasi Orangutan. Dalam aksinya dua aktivis COP membentangkan spanduk bertulisan ”Papers kill Orangutan” di depan kantor Sinar Mas Jl. Thamrin, Jakarta, Rabu (15/7).
Photo : Hery Susanto/COP
Jakarta, BERLING-Centre for Orangutan Protection (COP) menyesalkan kematian satu Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) yang berada di Taman Satwa Taru Jurug Solo.
SOLO, BERLING-Seekor orangutan (Pongo pygmaeus) yang dipelihara Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Kota Solo, Jawa Tengah, mati pada Minggu (12/7)."Orangutan yang bernama Toni ini ditemukan mati pada pukul 5.00," kata seorang dokter hewan yang bertugas di kebun binatang ini, Nuraini, di Solo, Minggu.
• Piyikan Menetas dari Hatchery
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) Gorontalo merupakan salah satu daerah konservasi yang memiliki berbagai keanekaragaman hayati, salah satu diantaranya adalah burung Maleo, satwa endemik Sulawesi yang kini terancam punah.
Aksi perburuan liar telur maleo oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ditenggarai membuat nasib maleo terancam punah. Banyaknya perburuan liar terhadap telur maleo untuk di perdagangkan di pasar gelap telah memaksa Wild Conservation Society (WCS) sebuah organisasi konservasi yang berpusat di Amerika Serikat memberikan perhatian seius masalah ini dengan berupaya mengembangkan sistem penetasan maleo.
Populasi macan tutul (Panther pardus) di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) terancam punah akibat pemburuan dari warga sekitar sehingga satwa itu perlu perlindungan ekstra.
“Sekitar tahun 1900-an populasi panthera pardus diperkirakan 50 sampai 100 ekor, namun saat ini sulit ditemukan jejaknya,” kata Kepala Bidang Kehutanan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Lebak, Asep Mauladi di Rangkasbitug.
JAKARTA, BERLING - Centre for Orangutan Protection (COP) mendesak Departemen Kehutanan untuk serius mengawasi pemeliharaan orangutan di kebun binatang. Desakan ini didasarkan pada hasil riset COP yang menunjukkan bahwa hampir seluruh orangutan yang berada di kebun binatang di Indonesia, saat ini berada dalam kondisi yang buruk.
KABAR menggembirakan bagi dunia konservasi gajah kali ini berasal dari Pulau Kalimatan, gajah jawa yang selama ini sudah dinyatakan telah punah kembali ditemukan di Boerno atau Pulau Kalimatan. Penemuan ini juga menampik pandangan bahwa gajah hanya bisa hidup di dataran hutan Sumatera.




