Perusahaan Tambang Ramai-Ramai Gunakan BBM Illegal - Beritalingkungan.com | Situs Berita Lingkungan | The First Environmental Website in Indonesia

Post Top Ad

Perusahaan Tambang Ramai-Ramai Gunakan BBM Illegal

Perusahaan Tambang Ramai-Ramai Gunakan BBM Illegal

Share This
KOLAKA, BL-Momentum kenaikan harga BBM, dimanfaatkan banyak pihak untuk berlaku curang. Di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, setidaknya ada puluhan perusahaan pertambangan yang diduga kuat menggunakan BBM bersubsidi secara illegal, baik itu jenis solar maupun premium.
Direktur Pemasaran Depot Pertamina Kolaka, Ashar mengungkapkan, dari 40 perusahaan tambang yang terdaftar didaerah itu, hanya 15 perusahaan saja yang mengambil BBM di Depot Pertamina, selebihnya tidak diketahui memperoleh BBM dimana.

“Kami duga perusahaan-perusahaan itu gunakan BBM illegal karena yang kami ketahui hanya ada 15 perusahaan saja, sementara jumlah perusahaan tambang yang beroperasi di Kolaka mencapai sekitar 40-an lebih perusahaan.”terangnya seperti dilansir Beritakendari.com.

Tidak heran, maraknya penggunaan BBM illegal ini pun memicu terjadinya antrian panjang di setiap SPBU di kota itu setiap harinya. Menurut Ashar, modus operandi praktek tak terpuji itu dilakukan oleh perusahaan dengan cara membeli BBM dari warga yang menimbun BBM yang kerap kali antri berulang kali di SPBU.

“Kita berharap pemerintah dan aparat lebih meningkatkan pengawasan karena praktek semacam ini tentu merugikan masyarakat. Berapa banyak pun BBM subsidi yang disuplai ke SPBU pasti tidak akan pernah mencukupi karena maraknya aksi penimbuanan,”ujar Ashar.

Untuk menghentikan praktek semacam ini, pihak Depot rencananya akan mengadukan persoalan ini ke pemerintah setempat. “Kami juga berharap perusahaan tambang tidak hanya memperhatikan kepentingannya tetapi juga memkirkan kepentingan masyarakat,”imbuhnya.

Sementara itu salah satu pengelolah SPBU di Kolaka mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan adanya 
pengantri di SPBU yang berulang kali mengisi BBM sebab tidak ada aturan jelas dari pemerintah setempat terkait dengan hal ini. [AB/BK]

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad