Warga Tuntut Presiden Terbitkan Inpres Terkait Sengketa Agraria di Mandalika - Beritalingkungan.com | Situs Berita Lingkungan | The First Environmental Website in Indonesia

Post Top Ad

Warga Tuntut Presiden Terbitkan Inpres Terkait Sengketa Agraria di Mandalika

Warga Tuntut Presiden Terbitkan Inpres Terkait Sengketa Agraria di Mandalika

Share This

MANDALIKA, BERITALINGKUNGAN.COM -- Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika masih menyisakan sejumlah permasalahan terkait sengketa agraria dengan warga yang mendiami wilayah tersebut. Hingga saat ini, warga menuntut ganti rugi atas tanah dan tempat tinggal mereka.

 

Kedatangan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Pertamina International Street Sirkuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort pada hari Jumat (12/11/2021) dimanfaatkan oleh warga untuk berdialog. Presiden Jokowi berkesempatan menemui empat orang perwakilan warga.

 

Dalam pertemuan tersebut, juru bicara warga Badarudin mengajukan beberapa tuntutan kepada presiden terkait sengketa dengan KEK Mandalika Resort. Warga menginginkan agar Jokowi menerbitkan Instruksi Presiden tentang penyelesaian sengketa agraria KEK Mandalika.

 

Badarudin juga meminta ganti rugi yang adil, baik terhadap warga yang sudah tergusur maupun yang belum. Selain itu, pemerintah diminta untuk menyediakan tempat relokasi yang layak bagi korban penggusuran KEK Mandalika Resort.

 

"Terakhir, saya meminta agar pemuda yang merupakan korban penggusuran di sekitar KEK Mandalika diberikan lapangan pekerjaan yang sesuai dan layak," ungkapnya.

 

Presiden Jokowi di depan perwakilan warga menjanjikan akan memberikan ganti rugi yang sesuai. Respons tersebut dilanjutkan dengan memerintahkan menteri BUMN untuk mengurus skema penyelesaian ganti rugi.

 

Menurut Badarudin, jawaban presiden itu menjadi harapan bagi penyelesaian konflik agraria di Mandalika yang selama ini terkatung-katung.

 

“Presiden menjanjikan proses penyelesaian termasuk ganti rugi dengan segera setelah memberikan instruksi ke Menteri BUMN” katanya

 

Kendati demikian, Badarudin mengingatkan bahwa janji tersebut harus diperkuat dengan terbitnya Inpres agar tidak hanya sekedar janji lisan yang kemudian tidak ada ujung pangkal penyelesaiannya.

 

Jika hal itu tidak segera dilaksanakan, Badarudin menyesalkan kemegahan Pertamina International Street Circuit KEK Mandalika yang tercederai oleh pelanggaran HAM dibalik pembangunanya. (Jekson Simanjuntak)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad