6 Desember 2021, 15 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Semeru - Beritalingkungan.com | Situs Berita Lingkungan | The First Environmental Website in Indonesia

Post Top Ad

6 Desember 2021, 15 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Semeru

6 Desember 2021, 15 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Semeru

Share This

JAKARTA, BERITALINGKUNGAN.COM – Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, 15 orang korban meninggal dunia akibat awan panas guguran Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, yang meletus pada Sabtu (4/12). 

 

Data itu didapatkan dari Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru pada hari Senin (6/12), pukul 11.10 WIB.

 

"Posko juga melaporkan jumlah warga yang masih dinyatakan hilang sebanyak 27 orang," terangnya. Namun demikian, pengecekan dan validasi data terus dilakukan untuk memastikan status korban tersebut. 

 

Hingga hari ketiga, posko masih melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kemungkinan warga yang menjadi korban awan panas guguran Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

 

Menurut Muhari, total data korban terdampak yang berhasil dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang sebanyak 5.205 jiwa. Sementara dari 15 korban meninggal dunia, sebanyak 8 jiwa berhasil diidentifikasi di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 7 lainnya di Kecamatan Candipuro.

 

Adapun warga yang mengungsi berjumlah 1.707 jiwa yang tersebar di 19 titik. Posko-posko itu terdapat di Kecamatan Pronojiwo dengan 9 pos pengungsian. Pos pengungsian berada di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Supiturang 04, Masjid Baitul Jadid Dusun Supiturang, SDN Oro Oro Ombo 3, SDN Oro Oro Ombo 2, Masjid Pemukiman Dusun, Kampung Renteng (Desa Oro Ombo), Balai Desa Oro Oro Ombo, Balai Desa Sumberurip, SDN Sumberurip 2 serta beberapa rumah kerabat di sekitar Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus di Desa Oro Oro Ombo. 

 

Sementara itu, sebaran pos pengungsian di Kecamatan Candiro berada di 6 titik pos pengungsian, antara lain  Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Penanggal, Balai Desa Sumbermujur, Dusun Kampung Renteng (Desa Sumberwuluh), Dusun Kajarkuning (Desa Sumberwuluh), Kantor Camat Candipuro. 

 

"Sebaran pos pengungsi di Kecamatan Pasirian sebanyak 4 lokasi, yaitu Balai Desa Condro, Balai Desa Pasirian, Masjid Baiturahman Pasirian dan Masjid Nurul Huda Alon Pasirian," katanya.

 

Selain berdampak pada korban jiwa, awan panas guguran juga merusak permukiman dan infrastrukur di beberapa kecamatan di Kabupaten Lumajang. Data sementara menyebutkan rumah terdampak berjumlah 2.970 unit, fasilitas pendidikan terdampak langsung 38 unit, jembatan putus 1 unit (Gladak Perak yang berada di Desa Curah Kobokan, penghubung antara Lumajang dan Malang). 

 

Merespons bencana erupsi Gunung Semeru, Bupati Kabupaten Lumajang menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru selama 30 hari terhitung mulai 4 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 188.45/525/427.12/2021.

 

Bupati Kabupaten Lumajang juga menetapkan Komando Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru yang dipimpin oleh Komandan Distrik Militer 0821 Lumajang, bersama Komandan Bataliyon Infantri 527 sebagai Wakil Komandan I, Kepala Kepolisian Resor Lumajang sebagai Wakil Komandan II dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang sebagai sekretaris. (Jekson Simanjuntak)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad